Teori komunikasi massa: :KONSEP TEORI SOSIAL KOGNITIF

Kamis, Desember 06, 2018


KONSEP TEORI SOSIAL KOGNITIF
Dalam teori pembelajaran sosial terdapat beberapa konsep yaitu  pembelajaran, fungsi psikologis, serta ganjaran dan hukuman.
a.       pembelajaran
Satu asumsi paling awal dan mendasar teori pembelajaran  sosial Bandura adalah manusia cukup fleksibel dan sanggup mempelajari beragam kecakapan bersikap maupun berperilaku, dan bahwa titik pembelajaran terbaik dari semua ini adalah pengalaman-pengalaman tak terduga (vicarious experiences).

1.       Observational Learning (pembelajaran dari hasil pengamatan atau modeling)
Bandura mengidentifikasi tiga model dasar pembelajaran observasional:
1.      Model hidup, yang melibatkan seorang individu yang mendemonstrasikan secara langsung dalam kehidupan nyata
2.       Model simbolik, yang melibatkan karakter nyata atau fiksi menampilkan perilaku dalam buku-buku, film, program televisi, atau media online.
3.       Model pembelajaran verbal, yang melibatkan deskripsi dan penjelasan tentang perilaku.

Proses-proses yang  mengatur Pembelajaran dengan mengamati
Empat proses yang mengatur pembelajaran dengan mengamati:

1.       Attention Procces : Pembelajaran sosial dilakukan melaui perhatian individu
memiliki kesempatan untuk untyk mengamati individu, dengan mengamati tersebut kita dapat mempelajari tingkah laku model. sesuatu yang menaruh perhatian adalah karakteristik model. Kita akan  lebih memperhatikan jika modelnya colorfull, dramatis, atraktif, atau berwibawa atau terlihat sangat kompeten. Dan kita juga akan lebih memperhatikan jika model tersebut terlihat sama dengan diri kita.
2.       Retentional Procces: Pembelajaran sosial dilakukan melalui ingatan/merekam objek
tahap kedua, kita harus mampu menyimpan (mengingat) apa yang harus diperhatikan. Kita menyimpan apa yang kita lihat pada yang dilakukan model dalam bentuk penggambaran mental atau deskripsi verbal. Ketika benar-benar disimpan, kemudian kita dapat “membawa” kesan atau deskripsi itu, kita dapat menirunya dengan tingkah laku kita sendiri.
3.       Motor Retroduction : Pembelajaran sosial dilakukan melaui tindakan/aktivitas
Setelah memberi perhatian kepada sebuah model dan mempertahankan apa yang sudah diamati, kita akan menghasilkan perilaku. Dalam hal ini kita harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan atau mewujudkan kesan/deskripsi pada dalam tingkah laku.
misalkan kita bisa bermain sepak bola, dalam dunia nyata kemampuan kita akan meningkat apabila menonton pemain sepak bola yang bermain lebih baik dari kita.
4.       Motivational Procces : Timbulnya motivasi atas adanya ganjaran terhadap proses yang dilakukan
Pembelajaran dengan mengamati paling efektif ketika subjek yang belajar termotivasikan untuk melakukan perilaku yang dimodelkan.

2.       Pembelajaran dengan Bertindak (Enactive Learning)
Bandura berpendapat bahwa ketika pembelajar secara kognitif terlibat di dalam situasi pembelajaran dan memahami perilaku mana yang dapat menghasilkan respons-respons yang tepat. Hal ini dikarenakan ketika manusia memikirkan dan mengevaluasi konsekuensi-konsekuensi dari perilaku tersebut, sehingga manusia akan belajar dan bertindak lebih baik daripada hanya sekedar memperhatikan model dan setelah itu menirunya.

3.       Tanpa penguatan
Bandura berpendapat bahwa  reinforcement  atau penguatan penting dalam menentukan apakah suatu tingkah laku akan terus terjadi atau tidak, tetapi itu bukan satu-satunya pembentuk tingkah laku. Orang dapat belajar melakukan sesuatu hanya dengan mengamati dan kemudian mengulang apa yang dilihatnya. Belajar melalui observasi tanpa ada reinforcement yang terlibat, berarti tingkah laku ditentukan oleh antisipasi konsekuensi, dan pilihan manusia tersebut.

4.       kognisi dan pengaturan diri
     Konsep Bandura menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation), mempengaruhi tingkahlakunya sendiri. Kemampuan kecerdasan untuk berfikir simbolik menjadi sarana yang kuat untuk menangani lingkungan, misalnya dengan menyimpan pengalaman (dalam ingatan) dalam wujud verbal dan gambaran imajinasi untuk kepentingan tingkahlaku pada masa yang akan datang.

Pengaturan diri
-          Faktor-Faktor Eksternal Pengaturan Diri
Faktor eksternal menyediakan standar untuk mengevaluasi perilaku kita sendiri..
-          Faktor-Faktor Internal Pengaturan Diri
  1. Observasian Diri (Self-Observation) terhadap performa yang sudah dilakukan. Manusia sanggup memonitor penampilannya meskipun tidak lengkap atau akurat.
  2. Proses Penilaian (Judgmental Process) membantu meregulasi perilaku melalui proses mediasi kognitif. Proses penilaian bergantung pada empat hal: standar pribadi, performa-performa acuan, nilai aktivitas, dan penyempurnaan performa.
3 .Reaksi Diri (Self Reaction). Manusia merespons positif atau negatif perilaku mereka        tergantung kepada bagaimana perilaku ini diukur

Secara epistimologis, variabel yang terdapat dalam teori ini adalah sistem pembelajaran dan fungsi sosial. Inti pembelajaran dengan mengamati adalah pemodelan (modeling). Dalam hal ini pemodelan melibatkan proses –proses kognitif, jadi tidak hanya meniru tetapi lebih dari sekedar menyesuaikan diri dengan tindakan orang lain.
Fungsi-Fungsi Sosial :
1. Faktor kepribadian (kepercayaan, pengetahuan, sikap)
2. Faktor lingkungan
3. Faktor tingkah laku (individual action, choices and verbal statement)
Pembelajaran sosial dilakukan/didapat melalui pengamatan media. Respon/tindakan individu muncul setelah melakukan pengamatan terhadap pesan yang disampaikan media baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ada dua jenis pembelajaran melalui pengamatan. Pertama, Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain,Contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya. Kejadian ini merupakan contoh dari penguatan melalui pujian yang dialami orang lain.
Kedua, pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model (Nur, M,1998.a:4).

You Might Also Like

0 Comments