Komunikasi interpersonal :TEORI HUBUNGAN AKU-BENDA (I-IT)

Kamis, Desember 06, 2018



Martin Buber
Corak hubungan fundamental antarmanusia menurut Martin Buber ialah Aku-Anda (I-Thou) dan hubungan Aku-benda (I-It). Menurut Buber dalam Aku-Anda hubungan timbale balik antarsubjektifitas menjadi penting. Relasi antara Aku dan Anda tidak akan menciptakan konflik karena didasari oleh hubungan yang setara, hubungan yang menghendaki yang lain dalam subjektifitasnya (hubungan Subjek-Subjek). Ketika manusia mengakui dan menghargai yang lain sebagai subjek, disanalah cinta kasih terwujud.
Hubungan dengan model ini ditandai dengan adanya keterbukaan dan sering kali membawa resiko yang lebih besar, karena bersifat total. Dengan memberikan diriku secara total kepada engkau, aku siap bila tidak ditanggapi. Dalam hubungan Aku-Anda diperlukan ruang interpersonal karena harus saling menjaga kekhasannya sambil tetap menjalin relasi. Sehingga manusia bisa menerima orang lain sebagai dirinya yang otentik.
Berkebalikan dengan hubungan Aku-Anda, hubungan Aku-benda merupakan hubungan antara tuan-budak (Hegel). Hubungan ini dicirikan dengan kehendak menguasai dunia. Dengan benda, diafirmasilah bahwa ia tunduk dan dikebawahkan pada subjek. Dalam hubungan ini, terdapat ruang atau jarak sehingga dapat dikatakan bahwa benda menjadi objek bagi subjek (manusia). Oleh karena terjadi penguasaan, benda dapat diketahui seluruhnya.
Bagi Martin Buber hubungan Aku-Anda akan membuka hubungan dengan Anda Mutlak (I-Thou Absolut).
Emmanuel Levinas
Menurut Levinas manusia pada dasarnya didorong untuk mencari yang lain. Menginginkan yang lain adalah menginginkan yang tidak ada dalam diri kita. Hubungan antarpersonal manusia didasari oleh hubungan Aku-“Yang Lain” (L’un pour l’autre) yang dilukiskan dengan “epifani wajah”. Artinya, aku mempunyai kewajiban kepada yang lain. Melalui pandangan ini, Levinas ingin menolak egologia Descartes. Bahwa realitas tidak dibentuk oleh rasio murni, tetapi dengan cara memandang manusia secara otentik.
Tetapi perlu diingat bahwa hubungan dengan yang lain adalah hubungan antar manusia yang asimetris. Kenapa? Karena subjek menurut Levinas adalah seseorang yang ditempatkan berada di bawah orang lain. “Yang Lain” yaitu sebagai pengada yang sama sekali tidak ditentukan oleh penalaran saya dan karenanya tidak terselipkan dalam totalitas rasional.
Struktur tersebut membuat aku menjadi unik dan tidak tergantikan. Aku tahu aku ada karena berbeda dengan yang lain. Dengan kata lain, aku menjadi sandera untuk orang lain. Namun, hubungan antara aku dengan yang lain bukan saja terjadi diantara dua orang saja, melainkan juga terhadap tampilnya orang ketiga. Dengan begitu aku menjadi semakin bertanggungjawab terhadap semua orang.

You Might Also Like

0 Comments