Gunung Burangrang yang Bikin Kram

Senin, Juli 13, 2020



Pendakian Burangrang terkesan nekat dan tidak ada persiapan. Jadi gini ceritanya:

Setelah ‘terkaget’ bahwa kuota Gunung Putri habis, masa mau balik lagi ke kosan dengan segala macam barang yang ada di kerir sih. Ketika tahu kabar ini juga waktu mau ambil tenda di tempat sewa. ketika akhirnya ngobrol selow sama akang yang ada di rental tersebut, ada pemudi nih yang nyewa kompor dan mau berangkat juga. Menjadi jembatan antar pendaki ini (si abang rental), dengan berhasil membuat saya dan teman saya mencoba tawar menawar untuk mengikuti rombongannya. Singkatnya sih berhasil, dengan statement “ saya ngikut jalan aja ya, saya bawa tenda kok di tas”.



Setelah bertemu, dan menitipkan motor, ternyata pendakian kami dimulai dari jalur aspal Indomaret di Dusun Bambu. Setidaknya, energi untuk 1 jam pendakian sudah dikonsumsi namun belum juga masuk jalur pendakian. Ya namanya ngikut warga lokal yang sudah 8 kali bolak balik ke gunung ini, bahkan udah dari SD naik nya. Terima saja dengan ikhlas betapa cepatnya mereka.


JALUR

Jalur yang digunakan yakni jalur lokal, dan belum resmi dibuka. Jalur ini disebut jalur AA Gym karena melewati masjid AA Gym. Jadi kalau pakai jalur ini bakal lewatin puncak bayangan dulu baru puncak. Dari segi konturnya sih bisa dilihat di peta termasuk rapat, seperti jalur cikuray via pemancar yang naik terus dengan akar-akarnya, dan bonusnya dikit banget deh. Dalem hati, “ ini gunung bukan buat kemping hahahhihi nih”.

Perjalanan dimulai setelah Isya sekitar tengah 8 malam dari jalan aspal dan sampai puncak bayangan sekitar setengah 12 malam. Waktu yang dibutuhkan lumayan lama yakni 4 jam untuk jalan malam. Kendalanya apa? Sederhana, jalannya engap. Kurang riset dan modal jalan aja, ternyata jalur yang dilewati adalah jalur yang asik buat latihan para kopasus dan wanadri (kata si temen lokal ini).

Kalau jalur resmi nya, ada tiga yakni jalur Tanjakan mentari, Legok haji, dan Komando. Nah untuk jalur AA Gym memang hanya warga lokal aja yang tahu. Pas naik, hanya tim kita yang ada di sepanjang jalur. Sedangkan pas turun melalui jalur yang sama, kita berpapasan dengan segerombolan satu RT yang isinya anak SD sampai orangtua yang sedang naik, dan juga mountain running yang tektok Burangrang.

Ketika jalan pulang, oh ini jalur yang kita lewati tadi malam. Pantes. Sahut beberapa dari kita. padahal, katanya sih jalur ini yang ga terlalu menanjak banget di bandingkan 3 jalur lain itu. Untuk ukuran yang pernah lari dan selalu duduk depan laptop kerjanya, ditambah badan berat gini sih Burangrang lumayan berat. Setidaknya, jalur itu menyadarkan kalau ingin ke gunung yang lain harus ada persiapan bukan asal jalan.


BASECAMP

Pendirian tenda lebih aman dilakukan di puncak bayangan karena puncak tugu terlalu sempit. Namun saat melakukan sesi foto, disana bisa muat 3 tenda dengan ukuran tenda isi 3 orang. Jika ingin bermalam, sebaiknya langsung camp di puncak bayangan saja karena di jalur jarang ditemukan lahan yang luas untuk mendirikan tenda.


PEMANDANGAN 

Pemandangan saat berdiri di puncak Burangrang disuguhkan dengan lerengan dan lembahan bukit yang masih satu deretan dengan Gunung Tangkuban Perahu. Selain itu sebuah danau Situlembang juga terlihat dari ketinggian. Jika beruntung, saat tidak mendung, sunrise yang disuguhkan sangat indah. Sayangnya, saya lebih memilih terlelap dalam tenda saja. 


GUNUNG PEMULA?

Burangrang akan cocok dengan para pendaki pemula karena ketinggian 2050 MDPL dan tergolong tidak terlalu tinggi. Namun, jika pertama kali mendaki dan berencana bermalam, jangan lupa untuk memakai pakaian bersih saat tidur. Jangan sampai kedinginan dan terkena hipotermia ringan karena perihal tidak mengganti pakaian yang terkena keringat.

Selain itu, gunakan outfit yang nyaman. Jangan gunakan celana jeans ketat dan pakaian yang tipis. Tetap perhatikan keselamatan meski gunung tidak terlalu tinggi. 

NAMUN, semua pendaki adalah pemula. Karena akan berbeda kondisi di setiap pendakiannya. 




You Might Also Like

16 Comments

  1. Jadi kangen Burangranggg. Tempat paling berkesan karena dulu sering banget tektok ke sini sama si mantan yg udah jd suami sekarang. Ehehe. Sama, aku juga lewat pesantren nya Aa Gym juga. Sebenernya jalur resminya itu yg lewat Legok Haji. Dan kalau kata orang2 sih lebih sulit lewat Legok Haji karena nanjak terus ga ada bonus2nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. walahhhhh ,sang mantan sudah menjadi suami, keren kakkk,,, :)

      Hapus
  2. Nice sharing. Burangrang dan Tangkuban Perahu adalah pemandangan ku setiap pagi. Ingin rasanya naik gunung gini kalo anak udah gede hehe

    BalasHapus
  3. Seruu banget Tracknya Burangrang ini emang super nanjak dengan medan yang sempit. terakhir 2 tahun yang lalu ke sini. Jadi teringat temen yang kram, ga bisa jalan pas turunnya hahaaa.

    BalasHapus
  4. Seru bgt bacanya ini, berasa ikutan daki gunung sampe taham nafas sendiri

    BalasHapus
  5. wow keren banget teh kuat hiking aku adalah orang yang merod duluan wkkw. seneng baca ceritanya

    BalasHapus
  6. mantap anak gunung ternyata , jujur aja aku suka senenng kalau ada temn yang suka naek gunung , di suka cerita yang unpredictable ,kadang lucu , kaddang bikin tegang, mantap bangeut lah teh

    BalasHapus
  7. Mantapp...jadi kangen naik gunung. Indah banget pemandangan Burangrangnya. Kabita dong ingin kesini...

    BalasHapus
  8. wisatanya indah yah teh . perjalanan yang menyenangkan

    BalasHapus
  9. Liat orang yg ngedaki gunung jadi inget lagi lajang sering naik gunung sekarang udah ga kuat huhu

    BalasHapus
  10. Suka kabita liat yg daki gunung kaya gini huhu kadang ngerasa kenapa waktu muda ga kepikran kesana yahhh hehhe

    BalasHapus
  11. Aduhh aku nyesel waktu itu vak ikut pas hiking ke burangrang.jadinya sampe skrg lom lagi dapet kesempatan menginjakan kaki di gunung burangrang. Malah ke manglayang dah tiga kali hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bisa sempet ke burangrang teh, asik treknya

      Hapus
  12. Aku belum pernah sama sekali nih hiking. Seru banget bacanyaaa

    BalasHapus
  13. Seru banget pengalamannya. Burangrang jalurnya sempit ya. Aku seringnya main di Denkavkud Parongpong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini belum pernah nih malah aku, pengencnyoba tapi ga tahu cra masuknya

      Hapus