Skripsi Perlu Gak Sih? Mending Baca Dulu Deh

Minggu, Juli 19, 2020

Menurut kamu, skripsi itu penting ga? Lagian juga ga ditanyain pas kerja kan? Tebel-tebel tapi ga guna juga kalau ditaruh perpus. 


Skripsi Itu Penting 


Skripsi penting dong, kan syarat lulus di kebanyakan kampus di Indonesia. Namun penting sama perlu kan beda. Jadi, skripsi  bisa dibilang penting atau perlu? Kalau menurut kamu gimana?


Kalau aku, pas masanya mau lanjut skripsi nih, ceritanya sih sebel gitu. Skripsi ga penting dan ga perlu lah. Lagian di perpustakaan isi skripsinya juga ga bener. Banyak yang harus direvisi malah belum direvisi, terus udah dijilid dan masuk perpustakaan. Padahal skripsi itu buat acuan dan referensi junior yang lagi garap skripsi. Lalu apa guna ketika referensi juga salah, terus ketemu dosen juga salah lagi. 

Tapi, skripsi penting kalau memang jurusannya tuh melihat sebuah kredibilitas diri dari skripsi. Mungkin, judul skripsi kamu akan ngefek buat calon tempat kerja, atau untuk melanjutkan S2. Jadi kalau dibilang ga penting ya ga bisa. 


Mungkin opini ini bakal beda sih bagi anak sosial dan anak sains. Kalau aku kan kuliahnya di komunikasi , jadi kayak penting ga penting skripsian sih. Waktu kuliah aja males banget lah ngerjain skripsi. Gara-gara dosennya, atau objeknya, atau suasananya. Bodoh rasanya pas skripsian. Kayaknya kok orang lain gampang skripsian dan cepat lulus kok aku masih disini aja, revisi gini aja ga lolos-los. 


Jadi, skripsi bagi aku penting karena syarat lulus, tapi dalam diri masih merasa ga penting karena buang-buang waktu. Lagian sih, ga dikerjain ya buang buang waktu? aduh, salah sendiri. 


Skripsi Ternyata Perlu


Jadi, skripsi ga cuma penting tapi perlu. Setidaknya, yang mengerjakan skripsi sambil mager-mageran dan sebel, kamu harus bersyukur sudah melewatinya. Setelah sadar, skripsi itu perlu ternyata. Iya.


Skripsi bisa melatih kita untuk memantapkan alur berpikir secara ilmiah dan ini penting banget di dunia kerja. Lalu, melatih mental untuk menerima kritik dan berlatih berdialog untuk melindungi pendapat yang kita percayai. Jadi, 3 hal ini, yakni berpikir ilmiah, belajar menerima kritik, dan belajar mempertahankan pendapat itu didapat pas skripsian. 

Nanti, pas jadi freelancer, kerjanya tuh kadang buat revisian dari klien bikin eneg dan emosi. Tapi tenang aja, kamu udah pernah merasa seperti ini waktu skripsian. Jadi udah kuat! Lalu dalam sebuah project, berpikir untuk mendapatkan ide bisa dilakukan dengan berpikir secara ilmiah yang terstruktur, hingga nanti pendapat yang kamu ungkapkan berdasar dan kuat. Dengan begitu, kamu bisa bekerja sesuai dengan apa yang kamu percayai. Dan 3 hal itu butuh banget ketika lulus nanti.


Beda deh sama orang yang yang ga melewati masa masa ini. Ini sebenernya cerita aku aja sih, ga bisa diterapin dan berlaku ke semua orang. Jadi, aku punya temen tim project yang dia tuh ga bisa menerima kesalahan dan pikirannya tidak berdasar ilmiah. Jadi apa yang dia tangkep selalu beda apa yang ingin kita sampaikan. Kayak misal revisian tuh kayak ga terima gitu, atau merasa karyanya dia udah bener dan emang karya kan punya ciri masing masing. dan beda itu pasti dan wajar. Tapi kan beda juga ga harus keluar jalur yang udah disetujuin kan atau guide nya lah. Terus dia juga kayak ga mau terima kritik dosen gitu, makannya kalau ngomong skripisian dia langsung bilang " itu hak dia mau dia lanjut atau ga" gitu. Ah ini sih pengalaman aku aja.


Jadi, jangan sedih ya kalau revisiannya ga selesai-selesai, atau kata kata dosen yang bikin sakit hati, ya anggap aja belajar di dunia kerja bakal ada yang lebih parah dari ini semua. 


Skripsi Susah, Tapi Semua Juga Gitu


Emang! Skripsian tuh prosesnya susah. Ada yang kadang ga beruntung dan mendapatkan alur yang menguras energi. Tapi ya gapapa, banyak banget orang di Indonesia yang juga merasakan hal ini. Asalkan jangan berhenti ditengah jalan dan ga selesai. Padahal, HAK semua mahasiswa untuk lulus kuliahnya. Ingat ya, ini hak kamu buat bisa lulus!


Jangan berpikir kamu itu bodoh makannya ga lulus-lulus. Lagian, emang mahasiswa kan baru pertama ngerjain skripsi jadi ga ada yang ahli. Kalau iya misal dianggap bodoh, ya terima dulu aja. Kan memang kamu belajar buat bisa berpikir, lewat dunia kampus ini. Jangan sakit hati ya misal banyak orang menganggapmu rendah karena ga bisa lulus cepat, soalnya aku juga gitu kok. Dan kayaknya sih banyak orang yang merasa gini, jadi setidaknya kita ga sendiri, dan semuanya akhirnya pada lulus juga dan jadi cerita yang ga akan dilupa. haha.


You Might Also Like

0 Comments