Corporate Social Responsibility dalam Perkuliahan Public Relations

Sabtu, Agustus 22, 2020

catatan mengenai mata kuliah CSR pada Ilmu Hubungan Masyarakat. apa harus ditulis ya nama dosen yang ngajarna? soalnya ini kan catatan dari  perkuliahan beliau. 

catatan ini ada dua part ya, ini yang part ke 2 nya.


ALASAN CSR

Fakta Empiris yang Berlanjut

·  Rangkaian tragedi lingkungan & kemanusiaan yg telah terjadi di berbagai belahan bumi seperti Minamata (Jepang), Bhopal (India), Chernobyl (Uni Soviet), Shell (Nigeria), Newmont, Banjir Citarum dan Ciliwung (Indonesia), dsb. Kejadian ini di akhir abad 20, berapa harga akibat tragedi tsb???

·  Pelanggaran HAM, pemiskinan, dan marginalisasi kelompok2 masyarakat rentan (masyarakat adat, kaum buruh, kaum miskin kota, anak2 dan perempuan).

·  Hasil survey “The Millenium Poll on CSR” (1999) yg dilakukan oleh Environics International (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) di antara 25.000 responden di 23 negara menunjukkan bahwa dlm membentuk opini ttg perusahaa, 60% mengatakan bahwa etika bisnis, praktik terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan, sedangkan bagi 40% citra perusahaan & brand image yg akan paling memengaruhi kesan mereka. Hanya 1/3 yg mendasari opininya atas faktor2 bisnis fundamental seperti faktor finansial, ukuran perusahaan, strategi perusahaan, atau manajemen.

·  Lebih lanjut, sikap konsumen terhadap perusahaan yg dinilai tidak melakukan CSR adalah ingin “menghukum” (40%) dan 50% tidak akan membeli produk dari perusahaan yg bersangkutan dan/ atau bicara kpd orang lain ttg kekurangan perusahaan tsb.

CSR: Paradigma Baru dalam Kajian Akademik & Praktik Berbisnis

1)  Hadirnya lembaga kajian dan terapan CSR baik independen maupun yg bernaung di bawah payung universitas serta lembaga multilateral.

2)  Meningkatnya frekuensi penyelenggaraan pertemuan resmi bertema CSR di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

3)  Penerapan prinsip, standar, dan ketentuan bertindak yg telah diadopsi sebagai standar atau prinsip baru pengelolaan bisnis yg menekankan pd pertimbangan etika, sosial, dan lingkungan.

4)  Terdapat peningkatan sangat tajam khasanah literatur ttg CSR dgn aspek kajian mulai dr aspek filosofi, moral, etika bisnis, serta teori yg dikaitkan dgn dampak multidimensi dr neo-liberalisme; aspek sejarah perkembangan praktik dan perbandingan penerapan CSR, hingga panduan praktis berkenaan dgn implementasi, pemantauan, evaluasi, serta pelaporan dan auditnya.

5)  Sektor industri/ perusahaan cenderung melakukan penyesuaian struktural organisasi & kebijakan bisnis agar dpt memenuhi tuntutan praktik CSR.

6)  Makin maraknya penyelenggaraan pelatihan, lokakarya, dan forum diskusi utk meningkatkan pemahamam & praktik CSR.

7)  Terdapat peningkatan pemberian nilai donasi yg bersifat amal dan filantropi.

8)  Adanya peningkatan dlm pelaporan atau pernyataan swakarsa ttg bantuan & program sosial yg dilakukan oleh perusahaan.

(Sarosa, Wicaksono dan Mulya Amri, 2008. CSR untuk Penguatan Kohesi Sosial)

Mengapa Perusahaan Harus Memperhatikan Tanggung Jawab Sosial (CSR)

·  Pluralisme: kita hidup dlm kepluralistikan masyarakat, di mana banyak macam2 kelompok hadir dan di mana kekuatan dan tanggung jawab terbagi. Setiap institusi dagang memiliki beberapa kekuatan lebih dan demikian pula tanggung jawab terhadap beberapa kelompok di mana termasuk pemegang saham salah satunya, termasuk pula para staf dan komunitas yg lebih luas.

·  Reputasi perusahaan dpt terlihat pd total kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Jadi sebuah organisasi dapat memiliki reputasi sebagai servis cepat, kualitas baik, dan peduli konsumen; utk perjanjian yg adil dgn para supplier. Perusahaan dpt memiliki reputasi yg baik, buruk, atau tidak bereputasi sekalipun, sebab mereka tidak cukup mengetahuinya.

·  Menghindari intervensi pemerintah.

·  Tuntutan dari opini publik.

·  Kelayakan pelanggan.

·  Citizenship Paradox: di satu sisi perusahaan merupakan sumber dari berbagai masalah, sementara di sisi lain dianggap merupakan sumber pemecahan masalah.

Istilah CSR

·  Istilah CSR pertama kali menyeruak dlm tulisan Social Responsibility of The Businessman tahun 1953. Konsep yg digagas Howard Rothmann Browen ini menjawab keresahan dunia bisnis. Belakangan CSR segera diadopsi, karena bisa jadi penawar kesan buruk perusahaan yg terlanjur dlm pikiran masyarakat dan lebih dari itu pengusaha dicap sebagai pemburu uang yg tidak peduli pd dampak kemiskinan & kerusakan lingkungan. Kendati sederhana, istilah CSR amat marketable. Melalui CSR pengusaha tidak perlu diganggu perasaan bersalah.

Pentingnya CSR

·  Pada dasarnya, CSR merupakan sebuah mekanisme ‘humanisasi’ perilaku kalangan bisnis. Sebagaimana layaknya seorang individu, perusahaan dlm hal ini jg dituntut utk memiliki tugas moral, seperti berlaku jujur, mematuhi hukum, menjunjung integritas, dan tidak korupsi. Melalui CSR, ditekankan bahwa perusahaan harus mengembangkan etika bisnis yg sustainable baik secara ekonomi, sosial, ataupun aspek lingkungan.

Dalam Proses Perjalanan CSR Banyak Masalah yg Dihadapinya, di antaranya:

·  Program CSR belum tersosialisasikan dgn baik di masyarakat.

·  Masih terjadi perbedaan pandangan antara Departemen Hukum & HAM dgn Departemen Perindustrian mengenai CSR di kalangan perusahaan & industri.

·  Belum adanya aturan yg jelas dlm pelaksanaan CSR di kalangan perusahaan.

·  Masih banyak perusahaan tidak mau menjalankan program2 CSR karena melihat hal tsb. hanya sebagai pengeluaran biaya (cost center). CSR tidak memberikan hasil secara keuangan dlm jangka pendek.

·  Ketika manajemen sebuah perusahaan menggunakan dana dlm berbagai kegiatan filantropi atau CSR yg tidak relevan dgn strategi perusahaan & return on investment (ROI)-nya tidak dpt dievaluasi, hal tsb. justru bisa dinilai sebagai tindakan yg tidak bertanggung jawab atau inkompetensi manajemen. Sebab, pada dasarnya tugas manajemen perusahaan adalah mengelola dana investor & pemegang saham sehingga setiap pengeluaran harus bisa dipertanggungjawabkan sesuai dgn kepentingan investasi.

·  Di kalangan perusahaan & industri dan dlm serba ketidakpastian ini, Forum Ekonomi Dunia melalui Global Governance Initiative menggelar World Business Council for SustainableDevelopment di New York pada tahun 2005, salah satu deklarasi penting disepakati bahwa CSR menjadi wujud komitmen dunia usaha utk membantu PBB dlm merealisasikan Millennium Development Goals (MDGs). Adapun tujuan utama MDGs adalah mengurangi separuh kemiskinan & kelaparan di tahun 2015. Pantas utk dicatat, tujuan ini jelas maha berat, mengingat pertumbuhan dunia bisnis terus meningkat, tetapi kemiskinan semakin bertambah.

·  Utk mengatasi kemiskinan ini pihak perusahaan perlu menyisihkan uang dari keuntungan yg diperoleh, tetapi bukan dimasukkan ke dlm biaya investasi yg harus ditanggung pemerintah.

·  Penerapan UU CSR itu akan dilaksanakan melalui Peraturan Pemerintah (PP) sehingga tidak semua perusahaan diwajibkan menerapkan CSR. ”Ketentuan itu sudah ditetapkan dlm UU Perseroan Terbatas (PT), UU Investasi dan UU Minerba (Mineral & Batu bara), bahwa setiap perusahaan yg bergerak di bidang sumber daya alam wajib memberikan CSR atau pertanggungjawaban sosial kpd warga sekitar.

·  Pd gilirannya CSR dilaksanakan secara situasional & cenderung formalitas sebagai strategi pendekatan kaum neoliberal agar tetap bisa melanggengkan hegemoni kapitalisme, yaitu motif primitif perusahaan utk mendapatkan keuntungan.

Manfaat Keterlibatan Komunitas Perusahaan

Komunitas pada Perusahaan

Perusahaan pada Komunitas

Reputasi & citra perusahaan lebih baik.

Peluang penciptaan kesempatan kerja, pengalaman kerja, pelatihan.

‘Lisensi utk beroperasi’ secara sosial.

Pendanaan investasi komunitas, pengembangan infrastruktur.

Memanfaatkan pengetahuan & tenaga kerja lokal.

Keahlian komersial.

Keamanan yg lebih besar.

Kompetensi teknis pekerja yg terlibat.

Infrastruktur & sosio-ekonomi yg lebih baik.

Representasi bisnis sebagai juru promosi bagi prakarsa2 komunitas.

Menarik & menjaga personel berkaliber tinggi utk memiliki komitmen yg tinggi.

 

Menarik pemasok, pemberi jasa, & mungkin pelanggan yg bermutu.

 

’Laboratorium pembelajaran’ utk inovasi perusahaan.

 

 

SEJARAH & DEFINISI CSR



Sejarah Singkat

§      Dalam konteks global, istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals Business (1998), karya John Elkington.

§      Mengembangkan tiga komponen penting sustainable development, yakni economic growth, environmental protection, dan social equity, yg digagas The World Commission on Environment and Development (WCED) dlm Brundtland Report (1987), Elkington mengemas CSR ke dlm tiga fokus: 3P (profit, planet, people). Perusahaan yg baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit).

§      Di Indonesia, istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (Corporate Social Activity) atau “aktivitas sosial perusahaan”. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR, secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yg merepresentasikan bentuk “peran serta” dan “kepedulian” perusahaan terhadap aspek sosial & lingkungan.

§      Melalui konsep investasi sosial perusahaan “seat belt”, sejak tahun 2003 “Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yg aktif dlm mengembangkan konsep CSR & melakukan advokasi kpd berbagai perusahaan nasional.

Cakupan CSR

§      CSR bisa dilaksanakan secara langsung oleh perusahaan di bawah divisi human resource development (HRD) atau public relations. CSR bisa pula dilakukan oleh yayasan yg dibentuk terpisah dr organisasi induk perusahaan namun tetap harus bertanggung jawab ke CEO atau ke dewan redaksi.

§      Sebagian besar perusahaan di Indonesia menjalankan CSR melalui kerjasama dgn mitra lain, seperti LSM, perguruan tinggi atau lembaga konsultan. Beberapa perusahaan ada pula yg bergabung dlm sebuah konsorsium utk secara bersama-sama menjalankan CSR. Beberapa perusahaan bahkan ada yg menjalankan kegiatan serupa CSR, meskipun tim dan programnya tidak secara jelas berbendera CSR (Suharto, 2007).

Definisi

§      Ada pula yg menyoal definisi & singkatan CSR, terutama terkai huruf “R” (responsibility). Dalam bahasa Inggris, ”responsibility” berasal dr kata “response” (tindakan utk merespon suatu masalah/ isu) dan “ability” (kemampuan). Maknanya, responsibility merupakan tindakan yg bersifat sukarela, karena respon yg dilakukan disesuaikan dgn ability yg bersangkutan. Menurut pandangan ini, kalau CSR bersifat wajib, maka singkatannya harus diubah menjadi CSO (Corporate Social Obligation).

Philanthropy

§      Berasal dr bahasa Yunani, Philein à cinta, Anthropos à manusia.

§      Esensi Philanthropy: Kedermawanan yg dilakukan utk memperoleh keuntungan berupa reputasi yg baik atau ingin dipuji.

§      Sifat: mercusuar. Orientasi: hibah pembangunan.

Charity

§      Berasal dr bahasa Yunani, Caritas à berharga, sayang, amat sosial (giving).

§      Orientasi pd hibah sosial, yakni bantuan kpd suatu organisasi nirlaba utk kegiatan2 sosial, pendidikan, sedekah, atau kegiatan lain yg melayani masalah masyarakat dgn hak pengelolaan hibah sepenuhnya pd penerima.

Aksi Sosial

§      Tindakan/ perbuatan yg berlandaskan aspek sosial & berguna bagi kepentingan umum.

Beberapa definisi CSR di bawah ini menunjukkan keragaman pengertian CSR menurut berbagai organisasi (Majalah Bisnis dan CSR, 2007; Wikipedia, 2008; Sukada dan Jalal, 2008).

§      World Business Council for Sustainable Development: Komitmen berkesinambungan dr kalangan bisnis utk berperilaku etis & memberi kontribusi bagi pembangunan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan karyawan & keluarganya, serta komunitas lokal & masyarakat luas pd umumnya.

§      International Finance Corporation: Komitmen dunia bisnis utk memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kerjasama dgn karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal & masyarakat luas utk meningkatkan kehidupan mereka melalui cara2 yg baik bagi bisnis maupun pembangunan.

§      Institute of Chartered Accountants, England and Wales: Jaminan bahwa organisasi2 pengelola bisnis mampu memberi dampak positif bagi masyarakat & lingkungan, seraya memaksimalkan nilai bagi para pemegang saham (shareholders) mereka.

§      Canadian Government: Kegiatan usaha yg mengintegrasikan ekonomi, lingkungan & sosial ke dlm nilai, budaya, pengambilan keputusan, strategi, dan operasi perusahaan yg dilakukan secara transparan & bertanggung jawab utk menciptakan masyarakat yg sehat & berkembang.

§      European Commission: Sebuah konsep dgn mana perusahaan mengintegrasikan perhatian terhadap sosial & lingkungan dlm operasi bisnis mereka dan dlm interaksinya dgn para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan.

§      CSR Asia: Komitmen perusahaan utk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan prinsip ekonomi, sosial & lingkungan, seraya menyeimbangkan beragam kepentingan para stakeholders.

§      CSR adalah sebuah pendekatan di mana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dlm operasi bisnis mereka & dlm interaksi mereka dgn para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan dan kemitraan (Nuryana, 2005).

§      The contribution that a company makes in society through its core business activities, its social investment and philanthropy programs, and its engagement in public policy” (Wineberg, 2004:72)

Kesimpulan Awal

§      CSR sebenarnya lebih berorientasi pd masyarakat & bisnis. Apakah itu sektor bisnis swasta yg didasarkan pd kepemilikan pribadi yg melulu mengejar profit atau dpt jg diberi tanggung jawab pd atas hak masyarakat umum, mengingat pengaruh bisnis ini begitu besar. Bisnis sendiri selalu ber-platform pd tujuan menumpuk keuntungan & kekayaan. Tanggung jawab sosial yg dibebankan pd sektor bisnis akan mengurangi pencapaian tujuan penumpukan profit.

§      CSR dpt diartikan sebagai komitmen industri utk mempertanggungjawabkan dampak operasi dlm dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan serta menjaga agar dampak tsb menyumbang manfaat kpd masyarakat & lingkungannya. Melaksanakan CSR secara konsisten dlm jangka panjang akan menumbuhkan jasa keberterimaan masyarakat terhadap kehadiran perusahaan.


CSR DALAM PERSPEKTIF HUKUM
 

Undang-Undang CSR

§      Undang-Undang CSR sudah ditetapkan dlm UU Perseroan Terbatas (PT, UU Investasi & UU Minerba (Mineral & Batubara).

§      Setiap perusahaan yg bergerak di bidang sumber daya alam wajib memberikan CSR atau pertanggungjawaban sosial kpn warga sekitar.

§      Pasal 74 ayat 1 UU PT menyatakan, perseroan yg menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/ atau berkaitan dgn sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial & lingkungan atau CSR.

§      Pasal 2 berbunyi, tanggung jawab sosial & lingkungan itu merupakan kewajiban perseroan yg dianggarkan & diperhitungkan sebagai biaya perseroan yg pelaksanaannya dilakukan dgn memerhatikan kepatutan & kewajaran.

§      Pasal 3 menggariskan, perseroan yg tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana pasal 1 dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan di pasal 4 menyatakan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial & lingkungan diatur dgn peraturan pemerintah.

Undang-Undang 25/ 2007 tentang Penanaman Modal

§      Pasal 15

Setiap penanam modal berkewajiban:

  1. Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yg baik;
  2. Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan;
  3. Membuat laporan ttg kegiatan penanaman modal & menyampaikannya kpd Badan Koordinasi Penanaman Modal;
  4. Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal; dan
  5. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kebijakan Pemerintah

§      Pemerintah bersama DPR sepakat mengesahkan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Masih belum beranjak, titik perhatian tetap tertuju pd tanggung jawab sosial perusahaan. Perseroan yg berbisnis syariah wajib membentuk Dewan Pengawas Syariah.

UU Perseroan Terbatas mengenai CSR

§      Pasal 74

(1)          Perseroan yg menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/ atau bersangkutan dgn sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial & lingkungan.

(2)         Tanggung jawab sosial & lingkungan merupakan kewajiban perseroan yg dianggarkan & diperhitungkan sebagai biaya perseroan yg pelaksanaannya dilakukan dgn memperhatikan kepatutan & kewajaran.

(3)         Perseroan yg tidak melaksanakan kewajiban dikenai sanksi sesuai dgn ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4)         Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sosial & lingkungan diatur dgn Peraturan Pemerintah.

 

You Might Also Like

0 Comments